Selasa, 26 April 2011

Keris Bali Bersejarah (2), "Hadir dalam Konsep Spiritual dan Magis"


Keris hadir bukan secara tiba-tiba, namun berkembang secara perlahan hingga menjadi identitas masyarakat pendukungnya. Keris hadir dalam lingkup masyarakatnya secara luas sehingga bukan menjadi milik dari satu kelas masyarakat tertentu. Keris hadir dalam konsep ”kosmos” yang tidak dapat dibatasi  oleh spesialisasi apapun, namun hadir secara utuh konsep spiritual dan magis.


Penulis : Pande Wayan Suteja Neka


Keberadaan Nusantara seperti diketahui secara geografis terbentang di antara dua benua dan dua samudera, terdiri dari sekian banyak penghuni yang mempunyai pola hidup dan tata cara bermasyarakat yang beraneka ragam. Dari sana  bertebaran pula produk-produk  kebudayaan materi yang secara nyata mengisi khasanah peradaban kita yang tidak sedikit di antaranya sampai saat ini masih bertahan hidup dan berlaku turun temurun, dengan isi atau jenis yang cukup beragam untuk ditelaah dan dilestarikan.
Keris sebagai salah satu hasil budaya tradisi masyarakat Nusantara dapat dijumpai hampir di setiap daerah/wilayah Nusantara dengan corak dan ciri khas masing-masing. Keris telah hadir dalam masyarakat Nusantara secara turun-temurun dari masa ke masa dan bertahan sebagai seni tradisi dengan segala perannya dalam masyarakat pendukungnya.
Umar Kayam dalam bukunya ”Seni Tradisi Masyarakat” mengungkapkan 4 hal menarik mengenai tradisi, yaitu : 1) Ia memiliki jangkauan yang terbatas pada lingkungannya. 2) Ia merupakan pencerminan dari satu kebudayaan yang berkembang sangat perlahan karena dinamika masyarakat yang menunjangnya memang demikian. 3) Ia merupakan bagian dari satu ”kosmos” kehidupan yang bulat yang tidak terbagi dalam pengkotakan spesialisasi. 4) Ia bukan merupakan hasil kreaktivitas individu-individu tetapi tercipta secara anonim bersama dengan sifat kolektivitas masyarakat yang menunjangnya.
Keris sebagai salah satu karya seni tradisi memiliki jangkauan yang terbatas dari masyarakat pendukungnya, karena dihadirkan sebagai salah satu sarana penanda identitas dari masyarakat/suku yang mendukungnya. Dalam konteks ini dikenal istilah keris Jawa, keris Bali, keris Bugis, keris Melayu, dan lain-lain. Tiap-tiap keris, dengan segala kerakteristiknya, didukung oleh masyarakat penggunanya secara terbatas.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan memesan tabloid ini.  Terima kasih.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More