Selasa, 12 April 2011

Puncak Pujawali Pura Muncak Sari, Tabanan

Pura Muncak Sari tertelak tepat di kaki gunung Batukaru, tepatnya di Banjar Anyar, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel. Suasana alamnya begitu pingit, konon banyak orang yang percaya bahwa pura ini bisa mempertemukan pasangan, makanya Pura Muncak Sari sering di sebut Pura jodoh oleh pemedeknya. Bertepatan dengan Pujawali pura, Buda Umanis, (29/12) lalu, pura dipadati pamedek yang datang dari berbagai daerah untuk menghaturkan sembah.

                                                            

Bagi umat yang rutin nangkil ke sini, mencari lokasi keberadaan pura ini tidaklah begitu sulit. Letaknya 15 km dari Pusat Kota Tabanan, memasuki daerah Penebel, atau 8 km menuju pura, pamedek akan dihadapkan dengan keadaan jalan yang compang camping, walupun sudah ada perbaikan dengan cara tambal sulam, namun itu tidak bertahan lama. Untunglah disepanjang perjalanan bisa melihat hamparan sawah yang masih asri, udara yang sejuk dan diselingi dengan hutan yang bisa mengurahi rasa jengkel terhadap akses jalan yang sudah tidak layak dipergunakan.
Pura yang mempunyai luas 5 ha ini dikelilingi oleh hutan belantara. Berdasarkan cerita secara turun temurun, Pura Mucak Sari konon ditemukan oleh Pan Rumrum pada jaman enteg Bali, yaitu di saat jaman kerajaan Tabanan masih berjaya dan belum ada penjajahan.
Pada awalnya Pan Rumrum yang berasal dari Desa Puluk-Puluk, Penebel, Tabanan, bersama anak dan tetangganya mencari rotan di hutan untuk membangun rumah. Setelah mendapatkan rotan, tiba-tiba ada hujan lebat disertai angin dan kabut tebal, beliau beserta anak dan tetangganya tidak mengetahui jalan pulang karena diselimuti oleh kabut. Akhirnya Pan Rumrum memohon maaf karena tidak minta ijin mengambil rotan dan berjanji akan menghaturkan banten dan menjaga pelinggih bebaturan (berupa batu) yang ada disana, jika dia selamat kembali ke rumah, tidak lama setelah itu hujan, angin dan kabut hilang dan beliaupun bisa kembali pulang.
Karena sudah berjanji seperti itu, akhirnya Pan Rumrum setiap 6 bulan menghaturkan banten dipelinggih bebaturan itu yang sekarang menjadi Pura Muncak Sari, beliaupun menjadi juru sapuh di tempat itu....
Untuk informasi selengkapnya, silahkan memesan tabloid ini.  Terima kasih.

Penulis : Dayu Sadnyari

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More