Selasa, 26 April 2011

Keris Bali Bersejarah (4), "Keris Ki Pijetan (2-habis)"


Keris Ki Pijetan tidak hanya merupakan hasil karya para mpu di zaman dulu, namun bagi kalangan penggemar atau kolektor, keris ini memiliki berbagai tuah, salah satunya untuk kewibawaan. Di satu sisi, keris ini juga dipandang dari bilahnya, warangka, pamor yang semuanya mempunyai kekuatan tersendiri.




Penulis : Pande Wayan Suteja Neka


Kerana tergolong bilah keris yang langka dan jarang dijumpai, serta dipercaya memiliki tuah yang baik, bilah keris Pijetan merupakan salah satu bilah keris yang banyak dicari oleh masyarakat perkerisan pada umumnya sebagai benda koleksi dan dipercaya tuahnya. Sebagian masyarakat perkerisan mempercayai keris yang dibuat dengan pijetan memiliki tuah yang baik untuk kewibawaan, perlindungan dan keselamatan pemiliknya serta memperlancar rejeki. Khusunya di Jawa, keris semacam ini juga dipercaya memiliki tuahnya baik, untuk mempermudah datangnya rejeki terutama untuk mendukung kelancaran usaha perdagangan. Keris pijetan banyak disukai oleh mereka yang berdagang di pasar.

Bilah

Keris Pijetan ini termasuk dhapur Jalak Tilam Sari. Bilah keris ini tergolong tipologi keris lurus dengan dhapur jalak tilam sari. Kelengkapan rerincikan kerisnya adalah : gandik polos, tigasan/pijetan, sraweyan dan thingil  dibuat seperti bentuk ekor burung laut). Bilah keris ini juga dibuat dengan ganja iras samar, yaitu ganja kerisnya dibuat tanpa sambungan (iras) atau menyatu langsung dengan bilah kerisnya.
Bilah keris dhapur Jalak Tilam Sari dipercaya memiliki tuah untuk menambah kharisma dan kewibawaan serta ketentraman rumah tangga pemiliknya. Pamor wusing wutah juga  biasa disebut  dengan istilah pamor tiban  dan juga populer disebut dengan pamor beras wutah. Pamor ini merupakan salah satu teknik pembuatan pamor di mana motif pamor yang dihasilkan keluar dengan sendirinya tanpa disengaja oleh mpu pembuatnya.
Sang mpu hanya bekerja melipat-lipat bahan pamor sambil berdoa dan pasrah kepada Tuhan, apapun hasil motif pamor yang keluar merupakan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa dan dipercayai memiliki kekuatan yang baik.
Penerapan teknik pamor wusing wutah atau pamor tiban, menghasilkan berbagai motif pamor misalnya motif pamor pedaringan kebak, motif pamor ilining warih, motif pamor pulo tirta, motif pamor ngulit samangka, dan lainnya. Penerapan teknik pamor wusing wutah pada bilah keris ini menghasilkan motif pulo tirta/pulau air (seperti pulau-pulau air) dipercaya memiliki tuah menambah ketentraman  keluarga, rejeki yang berlimpah  dan luwes dalam pergaulan.

Hulu
Bentuk : Loncengan.  Hulu/danganan loncengan  juga biasa disebut danganan cenangan karena merupakan pengembangan bentuk hulu cenangan. Hulu keris ini pada zaman dahulu khusus dikenakan para pemuda, namun kini populer dan biasa dikenakan oleh berbagai kalangan masyarakat tanpa melihat umur.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan memesan tabloid ini.  Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More