Selasa, 12 April 2011

Rahasia Pinisepuh Puri Agung Dharma Giri Utama ke Payogan

Setiap penekun spiritual berhak menentukan hidup (perjalanan) spritualnya sesuai petunjuk yang didapat dari alam gaib. Dengan harapan mendoakan keselamatan jagat beserta isinya. Lebih-lebih penekun spiritual yang konon mendapat pawisik untuk menjalankan tugas sucinya selama 16 bulan atau satu saka. Hal ini yang dilakukan pini sepuh Puri Agung Dharma Giri Utama I Gusti Agung Yudistira  yang mana lokasi samadhinya masih dirahasiakan. Berikut prosesi syukurannya yang diwarani isak tangis pangempon-pengtempon purinya.



Reporter dan Foto : Andiawan


Peristiwa mengharukan terjadi di Puri Agung Dharma Giri Utama beberapa waktu lalu. Itu terjadi dalam upacara syukuran untuk mendoakan Pinisepuh menjalankan tugas niskala yakni melaksanakan tapa, brata, yoga, dan samadhi selama 16 bulan yang bertujuan untuk mendoakan keselamatan alam beserta isinya dari berbagai bencana dan malapetaka. Karena menurut petunjuk yang diterima I Gusti Agung Yudistira (Pinisepuh-red) bahwa kemurkaan Ibu Pertiwi akibat ulah manusia tidak bisa lagi dihadapi dengan kekuatan lain selain kekuatan doa yang tulus ikhlas. Karenanya, Pinisepuh mendapat tugas untuk melaksanakan tapa, brata, yoga, samadhi di suatu tempat sesuai petunjuk selama satu Saka (16 bulan). Upacara yang berlangsung sangat sederhana itu, diwarnai isak tangis penuh rasa keharuan oleh para pangempon Puri maupun pamedek yang hadir saat itu..
Bagi Pinisepuh, tugas ini memang dirasa sangat berat, namun demikian, di balik itu ada suatu kebanggaan tersendiri, mengingat di zaman sekarang ini sangat jarang yang mendapat kesempatan untuk mengemban tugas suci dan mulia ini. Dalam hal ini Pinisepuh mengaku akan menjalankan tugas ini penuh dengan rasa ketulus-ikhlasan, keyakinan, dan tekad yang kuat. Menurutnya jika sudah kehendak beliau, tugas itu akan dapat dijalankan dengan baik.
“Tiang yakin, beliau tidak akan memberi ujian di luar kemampuan yang dimiliki orang yang bersangkutan. Pun, seberat apapun tugas yang diberikan pasti bisa dijalankan dengan baik, sepanjang orang yang diberi tugas itu melaksanakannya dengan ketulus-ikhlasan, keyakinan, dan kepercayaan yang tinggi, serta tekad yang kuat,” jelas Agung Yudistira yang dikenal low profile ini bertutur.
Upacara pelepasan kepergian Pinisepuh ke tempat payogan berlangsung sederhana, namun sarat makan dan diwarnai isak tangis oleh semua yang hadir terutama para pangempon puri. Selama Pinisepuh berada di Payogan, tugas-tugasnya akan dilimpahkan kepada Jro Mangku Pasek  Mukti Murwo Kuncoro yang juga kerap kali mendapat petunjuk sekaligus tugas niskala. Seperti yang dilakukan baru-baru ini, di mana Jro Mangku Pasek baru saja usai melaksanakan tapa, brata, yoga, samadhi (mono brata) selama tiga hari tiga malam....
Untuk informasi selengkapnya, silahkan memesan tabloid ini.  Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More