Selasa, 26 April 2011

Misteri Trek-trekan di Seputaran Puputan Margarana, Niti Mandala, " Penampakan Wanita Berambut Panjang Pertanda Maut"


Bagi warga terutama yang masih berjiwa muda, jangan sia-siakan hidup di mercapada dengan perilaku ugal-ugalan atau melakukan atraksi trek-trekan di jalan raya. Kalau berani bandel, maka resikonya nyawa. Lebih-lebih atraksi ugal-ugalan itu dilakukan di seputaran Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar. Konon, kalau ada penampakan wanita cantik, diyakini pertanda maut. Anda percaya???


Koresponden & Foto : Arda
 
Beberapa tahun lalu, jalan yang melintang di depan Kantor Gubernur Provinsi Bali seringkali dijadikan arena balap liar atau trek-trekan bagi remaja-remaja yang bernyali besar. Aksi balap liar ini konon bukan hanya sekedar mengadu nyali maupun kekuatan larinya motor, namun didalamnya juga disertai judi. Judi yang dimaksudkanpun bukan hanya sekedar judi dengan taruhan sejumlah uang. Lebih dari itu ada taruhan lainnya, yakni nyawa. Maksudnya? Berikut tabloid kesayangan para pembaca ini akan mengulas penuturan I Made Wimpie, mantan pembalap liar yang beberapa tahun lalu sering mengadu nyali di arena (jalan) depan kantor gubernuran.
Menurut pria bertubuh subur ini, sebagai anak remaja yang ingin mencoba sesuatu yang baru dirinya merasa tertantang untuk mencoba mengadu nyali dengan mengikuti balap liar yang sering berlangsung di depan kantor gubernuran. Balap liar ini biasanya berlangsung pada malam hari. Sekitar pukul delapan malam, dirinya dan juga pembalap-pembalap liar lainnya sudah berkumpul disekitar arena. Setelah beberapa persiapan matang, lomba pun dimulai.
Wimpie yang hobi bermain musik dan memasak ini mengakui, ada kepuasan tersendiri ketika dirinya ikut sebagai peserta balap. Terlebih lagi ketika dirinya berhasil memenangkan balapan tersebut. Hal inilah yang membuat dirinya seperti ketagihan untuk dapat mengadu nyalinya setiap saat. Meski ia menyadari, resikonya sangat berat, tertangkap petugas polisi atau luka-luka karena terjatuh bahkan juga kematian.
Dengan gaya bertuturnya yang lugu, Wimpie kemudian mengatakan bahwa kini diusianya yang menjelang dewasa keberaniannya sebagai pembalap liar tinggal menjadi kenangan. Justru sekarang ini, ia berharap para remaja khususnya remaja di Bali agar jangan mengikuti jejaknya sebagai pembalap liar. Selain kurang bermanfaat, juga mengandung banyak resiko, bisa mengganggu orang lain dan juga mengganggu penghuni alam niskala.
“Memang harus tiang akui mengadu nyali dengan balapan dapat memberikan sensasi yang luar biasa, terlebih lagi ketika dapat mengalahkan lawan. Seiring perjalanan waktu dan menyadari diri tiang menjelang dewasa, hal itu tiang harus tinggalkan karena tiang rasa tidak banyak manfaatnya dan justru mengganggu orang lain,” ungkapnya jujur.
Meski dunia semakin moderen dan Wimpie sendiri terbilang sebagai pemuda yang intelek serta pengalamannya yang sering keluar negeri karena pekerjaannya, Wimpie ternyata masih sangat percaya bahwa diluar alam manusia (alam sekala) juga ada alam lainnya (alam niskala). Penghuni alam niskala tersebut keberadaannya harus dihormati agar tidak mengganggu alam manusia.
Penghormatannya terhadap alam niskala inilah kemudian yang menjadikan dirinya tersadar dan menyudahi statusnya sebagai pembalap liar yang sering adu nyali di jalan depan gubernuran. Hal ini sangat beralasan bagi Wimpie, mengingat ditempat itu diyakini ada penghuninya. Terlebih lagi, beberapa sahabatnya juga sering menyaksikan kemunculan sosok anak istri.
“Sebagai generasi muda Hindu Bali, tiang sangat meyakini bahwa banyak tempat di Bali termasuk pula ditempat-tempat keramaian ada penghuni alam niskalanya. Penghuni alam niskala ini keberadaannya harus dihormati, karena bila merasa terganggu penghuni alam niskala tersebut tentu akan memberikan dampak kerugian bagi manusia, termasuki juga dampak kematian,” sarannya.

Hentikan Balap Liar

Menurut Wimpie, sosok anak istri yang sering muncul pada arena balap liar di depan Kantor Gubernuran tersebut berbusana putih. Rambutnya panjang tergerai dan menutupi sebagian wajahnya sehingga tidak jelas diketahui apakah sosok anak istri tersebut cantik atau tidak dan tua atau masih gadis.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan memesan tabloid ini.  Terima kasih.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More